Banyak orang mengira bahwa mengelas aluminium hanya bisa dilakukan menggunakan mesin las Argon (TIG) atau MIG yang mahal. Padahal, jika Anda berada di situasi darurat lapangan atau hanya memiliki mesin las listrik rumahan (SMAW/MMA), Anda tetap bisa menyambung aluminium menggunakan kawat las khusus aluminium.
Namun, karena sifat aluminium yang cepat menyerap panas dan mudah bolong, mengelasnya dengan las stik membutuhkan teknik, kecepatan tangan, dan perlakuan yang sangat berbeda dibanding mengelas besi biasa.
Artikel ini akan membahas tuntas cara mengelas aluminium dengan las listrik inverter biasa agar hasilnya menempel kuat dan tidak cepat jebol.
Persiapan Wajib: Pemilihan Kawat Las & Pembersihan
Jangan pernah menggunakan kawat las besi (seperti RB-26 atau RD-260) untuk aluminium. Anda wajib membeli kawat las khusus aluminium, misalnya tipe AlSi 5 atau AlSi 12 (contoh populer di pasaran: kawat las aluminium bungkusan atau eceran dengan fluks tebal).
Sebelum mulai, lakukan langkah krusial ini:
-
Sikat Bersih: Gosok permukaan aluminium menggunakan sikat kawat stainless steel untuk menghilangkan lapisan oksida.
-
Lakukan Pre-Heating (Pemanasan Awal): Ini adalah rahasia utama. Karena aluminium membuang panas dengan sangat cepat, panaskan area yang akan dilas menggunakan torch gas pemantik (gas kaleng) hingga suhu sekitar 100°C - 150°C sebelum elektroda disentuhkan. Ini mencegah kawat las langsung lengket di awal.
Setelan Mesin Las Listrik untuk Aluminium
-
Jenis Arus: Gunakan mesin las inverter DC. Pasang tang las pada kutub Positif (+) dan tang massa pada kutub Negatif (-) (setelan DCEP / Direct Current Electrode Positive).
-
Pengaturan Ampere: Kawat las aluminium membutuhkan Ampere yang relatif tinggi agar fluksnya meleleh sempurna. Sebagai acuan kasar untuk kawat ukuran 3.2 mm, atur Ampere di kisaran 90A – 130A (sesuaikan lagi dengan ketebalan pelat aluminium Anda).
Langkah demi Langkah Cara Mengelas Aluminium dengan Las Listrik
1. Menyalakan Busur Las (Striking)
Kawat las aluminium memiliki sifat fluks yang sangat cepat membeku setelah apinya mati. Untuk menyalakannya, goreskan kawat las seperti menyalakan korek api dengan gerakan cepat.
Penting: Jika kawat las sempat mati di tengah jalan, ketok dulu ujung kawatnya menggunakan palu las untuk membuang kerak fluks yang menutupi inti kawat, baru goreskan kembali.
2. Jaga Jarak Busur Sangat Pendek
Begitu api menyala, langsung dekatkan kawat las ke material. Jarak busur las (arc length) harus dibuat sangat pendek, hampir menempel pada kubangan cairan las. Jika jarak terlalu jauh, api akan menyembur liar dan kawat las akan habis terbakar menjadi gumpalan bulat sebelum menempel di pelat.
3. Kecepatan Tangan (Travel Speed) Harus Cepat
Ini adalah perbedaan terbesar dengan las besi. Kawat las aluminium stik mencair 3 kali lebih cepat daripada kawat las besi biasa.
-
Tangan Anda harus bergerak maju dengan sangat cepat dan konsisten (sekitar 2 hingga 3 kali lebih cepat dari ritme mengelas besi).
-
Dorong kawat las ke bawah secara konstan seiring habisnya elektroda untuk mempertahankan jarak busur pendek.
4. Gunakan Teknik Lurus (Tanpa Ayunan)
Jangan melakukan ayunan (weaving) kanan-kiri yang lebar saat menerapkan cara mengelas aluminium dengan las listrik. Jalankan tang las lurus ke depan secara stabil (stringer bead). Ayunan hanya akan membuat terak (slag) terjebak di dalam hasil lasan (slag inclusion).
Penanganan Pasca-Pengelasan (Pembersihan Terak)
Fluks atau kerak pada kawat las aluminium bersifat sangat korosif. Jika sisa kerak tidak dibersihkan, dalam beberapa minggu aluminium di sekitar area las akan mulai berjamur dan keropos.
-
Begitu selesai mengelas dan material sudah dingin, segera ketok terak menggunakan palu ketok.
-
Sikat area lasan menggunakan air hangat murni dan sikat baja untuk melarutkan sisa-sisa fluks kimia yang menempel keras.
Kesimpulan
Meskipun cara mengelas aluminium dengan las listrik stik tidak menghasilkan visual sehalus las argon, metode ini sangat efektif untuk perbaikan cepat, penyambungan pelat tebal, atau pengerjaan struktural di lapangan tanpa perlu repot membawa tabung gas pelindung.
Kunci utamanya adalah pemasanan awal (pre-heating) dan kecepatan tangan yang tangkas saat menarik jalur las.