Mengelas aluminium dikenal memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan besi atau baja. Aluminium adalah konduktor panas yang sangat baik, memiliki titik lebur yang rendah 660°C, dan mudah sekali teroksidasi membentuk lapisan aluminium oxide yang titik leburnya justru jauh lebih tinggi 2074°C.
Oleh karena itu, metode terbaik untuk menyambung material ini adalah menggunakan mesin las TIG (Tungsten Inert Gas) dengan gas pelindung Argon murni.
Bagi Anda yang ingin menguasai teknik ini, berikut adalah panduan lengkap cara mengelas aluminium pakai las argon agar hasilnya matang, bersih, dan tampak seperti sisik ular yang rapi.
Persiapan Wajib Sebelum Mengelas Aluminium
Kunci sukses pengelasan aluminium 50% terletak pada persiapan materialnya. Aluminium sangat sensitif terhadap kontaminasi.
-
Bersihkan Lapisan Oksida: Gunakan sikat kawat khusus bahan stainless steel (jangan campur dengan sikat bekas besi). Sikat permukaan aluminium secara searah untuk mengikis lapisan oksida dan kotoran.
-
Hilangkan Lemak/Minyak: Gunakan cairan pembersih seperti aseton pada area yang akan dilas untuk menghilangkan sisa oli atau lemak pasca-produksi.
-
Pilih Kawat Pengisi (Filler Rod) yang Tepat: Sesuaikan tipe kawat pengisi dengan seri aluminium Anda. Yang paling umum digunakan di pasaran adalah seri ER4043 (untuk aluminium umum/cor) atau ER5356 (untuk aluminium yang membutuhkan kekuatan tarik lebih tinggi).
Setelan Mesin Las TIG Argon untuk Aluminium
Anda tidak bisa menggunakan setelan mesin las argon biasa (DC) untuk aluminium. Berikut adalah konfigurasi mesin wajib yang harus Anda atur:
-
Mode Arus AC (Alternating Current): Ini adalah aturan nomor satu. Mengelas aluminium wajib menggunakan arus bolak-balik (AC). Arus AC memiliki dua siklus: siklus positif berfungsi menghancurkan lapisan oksida keras pada aluminium (cleaning action), sedangkan siklus negatif berfungsi memberikan penetrasi panas ke dalam logam.
-
Pengaturan Gas Argon: Gunakan gas Argon murni (Pure Argon) 100% dengan tekanan regulator sekitar 5–8 Liter/menit (Lpm). Jangan gunakan campuran gas CO2.
-
Pemilihan Tungsten: Gunakan jarum tungsten berkode warna Hijau (Pure Tungsten) atau Emas/Biru (Rare Earth/Lanthanated). Bentuk ujung tungsten agak membulat (balled) khusus untuk pengelasan AC, jangan dibuat terlalu runcing seperti saat mengelas stainless steel.
Cara Mengelas Aluminium Pakai Las Argon
Setelah material bersih dan mesin siap, saatnya masuk ke proses pengelasan di meja kerja:
1. Membuat Kubangan Las (Weld Pool)
Nyalakan busur las tanpa menyentuhkan tungsten ke aluminium (jaga jarak sekitar 2–3 mm). Tahan blender las (torch) di satu titik selama beberapa detik hingga permukaan aluminium meleleh dan membentuk kubangan cairan yang mengilat seperti cermin.
2. Sudut Pengelasan yang Benar
Posisikan torch (blender las) dengan sudut kemiringan sekitar 75° - 80° searah dengan jalur pengelasan (teknik mendorong/forehand welding). Sementara itu, kawat pengisi (filler rod) dipegang dengan sudut rendah, sekitar 15° dari permukaan pelat.
3. Teknik Pengumpanan Kawat (Dabbing)
Jangan menempelkan kawat pengisi secara terus-menerus di bawah busur las karena kawat akan meleleh sebelum menyatu dengan kubangan.
-
Caranya: Dorong torch ke depan sedikit demi sedikit untuk memperluas kubangan las, lalu celupkan (dab) ujung kawat pengisi ke dalam kubangan cairan tersebut secara cepat, kemudian tarik sedikit kawatnya kembali. Ulangi ritme ini secara konsisten.
4. Kontrol Panas (Mengatasi Overheating)
Karena aluminium menyerap panas dengan sangat cepat, pelat akan menjadi semakin panas seiring berjalannya jalur pengelasan. Jika Anda menggunakan pedal kaki (foot pedal control), kurangi tekanan pedal secara bertahap saat mendekati ujung jalur agar aluminium tidak jebol atau bolong.
Tantangan & Solusi yang Sering Dihadapi
-
Hasil Las Hitam/Kotor: Ini tanda bahwa material kurang bersih saat disikat, ada kebocoran gas argon, atau angin di sekitar ruangan terlalu kencang sehingga meniup gas pelindung.
-
Kawat Las Menggumpal Sebelum Menempel: Jarak kawat pengisi terlalu dekat dengan busur las sebelum kubangan las terbentuk sempurna. Pastikan kawat dicelupkan langsung ke cairan las yang sudah mengilat.
Kesimpulan
Menerapkan cara mengelas aluminium pakai las argon memang membutuhkan kesabaran ekstra dan koordinasi tangan yang sinkron antara memegang torch dan mengumpan kawat. Namun, dengan setelan mesin mode AC yang tepat, pembersihan material yang higienis, serta latihan ritme celup kawat yang konsisten, Anda pasti bisa menghasilkan lasan aluminium yang kokoh dan estetis.