Kembali ke Artikel

Cara Memilih Kawat Las Elektroda yang Tepat untuk Hasil Maksimal

A
Admin
3 menit baca

Salah memilih kawat las bisa membuat hasil sambungan rapuh atau material justru bolong. Jangan asal pilih, ketahui panduan lengkap dan cara memilih kawat las elektroda yang tepat berdasarkan kode AWS, jenis logam induk, hingga ukuran ampere agar hasil lasan Anda matang sempurna dan tahan lama.

cara memilik kawat las elektroda yang tepat
cara memilik kawat las elektroda yang tepat

Dalam dunia pengelasan, memilih material pendukung yang tepat adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil sambungan yang kuat, rapi, dan tahan lama. Salah satu komponen paling krusial dalam proses Shielded Metal Arc Welding (SMAW) adalah kawat las atau elektroda.

Namun, dengan banyaknya jenis yang beredar di pasaran, bagaimana cara memilih kawat las elektroda yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek Anda?

Cara Memilih Kawat Las Elektroda yang Tepat

Memilih elektroda tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah memilih jenis kawat las bisa mengakibatkan penembusan (penetrasi) yang kurang matang, kerak (slag) yang sulit dibersihkan, hingga cacat las seperti retak rambut (cracking). Untuk menghindari hal tersebut, mari simak panduan lengkapnya di bawah ini.

1. Kenali Jenis Base Metal (Logam Induk)

Langkah pertama dan paling mendasar dalam menentukan elektroda adalah mengidentifikasi jenis logam yang akan Anda las. Aturan emasnya adalah: karakteristik elektroda harus sebisa mungkin mendekati atau cocok dengan komposisi logam induk.

  • Baja Karbon Rendah (Mild Steel): Menggunakan elektroda tipe umum seperti E6013 atau E7018.

  • Stainless Steel: Membutuhkan elektroda khusus seperti seri E308 atau E316 agar ketahanan terhadap korosi tetap terjaga.

  • Besi Cor (Cast Iron): Memerlukan elektroda dengan kandungan nikel tinggi (seperti ENi-CI) untuk mencegah keretakan akibat perubahan suhu ekstrem.

2. Pahami Arti Kode AWS (American Welding Society)

Jangan biarkan deretan angka pada kemasan kawat las membuat Anda bingung. Kode AWS adalah panduan utama Anda. Sebagai contoh, mari kita bedah kode E6013 yang sangat populer di Indonesia:

  • E: Berarti Elektroda (untuk las busur listrik).

  • 60: Menunjukkan Kekuatan Tarik minimum hasil lasan, yaitu $60.000\text{ psi}$.

  • 1: Menunjukkan Posisi Pengelasan. Angka 1 berarti kawat las ini fleksibel untuk digunakan di semua posisi (datar, horizontal, vertikal, dan overhead).

  • 3: Menunjukkan Jenis Salutan (Flux) dan Arus yang digunakan. Angka 3 berarti salutannya adalah High Titania Potassium yang bisa bekerja dengan arus AC maupun DC.

3. Sesuaikan dengan Posisi Pengelasan

Tidak semua proyek memungkinkan Anda mengelas dengan posisi datar di atas meja kerja. Terkadang, Anda harus mengelas di posisi vertikal atau bahkan di atas kepala (overhead).

  • Jika posisi pengelasan sulit (vertikal/atas kepala), pilih elektroda dengan kode posisi 1 (Semua posisi, contoh: E6013, E7018) atau kode 2 (Hanya untuk posisi datar dan horizontal, contoh: E7024).

4. Perhatikan Ketebalan Material dan Ampere Mesin Las

Ukuran diameter kawat las harus disesuaikan dengan ketebalan material yang akan disambung. Menggunakan kawat las yang terlalu besar pada plat tipis akan membuat plat tersebut jebol atau bolang. Sebaliknya, kawat las kecil pada plat tebal membuat penetrasi tidak matang.

Berikut adalah acuan umum pemilihan diameter kawat las berdasarkan ketebalan plat:

Ketebalan Plat (mm) Diameter Kawat Las (mm) Rekomendasi Arus / Ampere (A)
1.0 – 2.0 2.0 mm 40 – 60 A
2.0 – 3.2 2.6 mm 60 – 90 A
3.2 – 5.0 3.2 mm 90 – 130 A
> 5.0 4.0 mm ke atas 130 – 190 A

 

5. Pertimbangkan Kondisi Lingkungan dan Spesifikasi Kerja

Kondisi tempat kerja juga memengaruhi efektivitas fluks (salutan) pada elektroda:

  • Tipe Low-Hydrogen (Contoh: E7018): Sangat cocok untuk konstruksi berat atau tangki bertekanan tinggi karena menghasilkan lasan berkekuatan tinggi. Namun, elektroda jenis ini sangat sensitif terhadap kelembaban dan harus disimpan dalam welding oven khusus agar tidak lembab.

  • Tipe Rutile (Contoh: E6013): Sangat ramah untuk pemula, mudah dinyalakan kembali (re-strike), keraknya mudah lepas, dan relatif lebih tahan terhadap kondisi penyimpanan ruangan biasa. Cocok untuk bengkel tralis, kanopi, dan fabrikasi ringan.

Kesimpulan

Menerapkan cara memilih kawat las elektroda yang tepat bukan hanya tentang membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, tetapi juga tentang memastikan keamanan struktural dari hasil lasan tersebut. Selalu pastikan untuk mencocokkan jenis logam, membaca kode AWS dengan cermat, serta mengatur ampere mesin las sesuai diameter kawat yang Anda gunakan.

Untuk hasil terbaik dan konsisten, selalu gunakan kawat las dari produsen yang telah memiliki sertifikasi standar mutu internasional dan simpanlah elektroda Anda di tempat yang kering. Selamat mengelas!

Pertanyaan Umum

FAQs

Apa yang terjadi jika salah memilih diameter kawat las?
Jika diameter kawat las terlalu besar untuk plat tipis, material akan mudah bolong akibat panas berlebih. Sebaliknya, jika diameter terlalu kecil pada plat tebal, penetrasi las tidak akan matang sempurna, sehingga sambungan menjadi rapuh dan mudah patah.
Mengapa kawat las E7018 harus disimpan di dalam oven khusus?
Kawat las E7018 adalah tipe low-hydrogen (rendah hidrogen). Salutan (flux) pada kawat ini sangat sensitif terhadap kelembaban udara. Jika lembab, hidrogen akan masuk ke dalam kubangan las dan memicu cacat keretakan (hydrogen-induced cracking) serta keropos (porosity).
Apakah kawat las untuk besi biasa (mild steel) bisa digunakan untuk stainless steel?
Tidak bisa. Mengelas stainless steel dengan kawat las besi biasa (seperti E6013) akan merusak kandungan kromium pada stainless steel, sehingga area sambungan las akan kehilangan sifat anti-karatnya dan cepat mengalami korosi serta kegagalan struktur.
Artikel Terkait

Baca juga artikel lainnya

Lihat semua artikel →
cara mengelas aluminium dengan las listrik
Panduan

Cara Mengelas Aluminium dengan Las Listrik (Stik)

Mau menyambung pelat aluminium tapi tidak punya mesin las argon? Jangan khawatir, Anda bisa memanfaatkan mesin MMA inverter rumahan. Simak panduan praktis cara mengelas aluminium dengan las listrik stik, mulai dari trik pre-heating hingga pengaturan Ampere agar hasilnya menempel kuat dan tidak bolong!

cara mengelas aluminium pakai las argon
Panduan

Cara Mengelas Aluminium Pakai Las Argon (TIG) Anti Gagal

Mengelas aluminium sering kali bikin frustrasi karena materialnya mudah bolong dan cepat kotor? Kuncinya ada pada setelan mesin dan teknik pembersihan. Yuk, pelajari cara mengelas aluminium pakai las argon (TIG) mode AC secara lengkap mulai dari persiapan material hingga trik umpan kawat di sini!

cara mengelas 3G dengan metode SMAW
Panduan

Cara Mengelas 3G: Teknik Las Vertikal untuk Hasil Maksimal

Mengelas posisi vertikal memiliki tantangan besar karena harus melawan gaya gravitasi. Yuk, pelajari panduan lengkap cara mengelas 3G dengan metode SMAW, mulai dari pengaturan Ampere yang tepat hingga teknik ayunan (weaving) agar hasil lasan Anda matang sempurna dan bebas cacat!

Hubungi Kami